STANDAR PERILAKU USAHA

 

 

PT AJ Central Asia Raya (CAR) sebagai perusahan asuransi yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan wajib mengikuti peraturan dan perundang-undangan dalam bidang perasuransian. Dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 4 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor: 01/POJK.07/2013 tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan serta Pasal 14 dan 15 POJK Nomor 69/POJK.05.2016 tentang Penyelenggaraan Perusahaan Asuransi, Perusahaan Asuransi Syariah, Perusahaan Reasuransi, dan Perusahaan Reasuransi Syariah, CAR melakukan sosialisasi atas ketentuan-ketentuan tersebut, melalui pengumuman langsung, media cetak maupun elektronik. Pengumuman ini dimaksudkan juga untuk perlindungan konsumen, edukasi, dan literasi kepada masyarakat tentang perasuransian dan juga bagian dari tata kelola perusahaan yang baik.

 

PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN

NOMOR: 01/POJK.07/2013

TENTANG

PERLINDUNGAN KONSUMEN SEKTOR JASA KEUANGAN

 

Pasal 3:

 

Pelaku Usaha Jasa Keuangan berhak untuk memastikan adanya itikad baik Konsumen dan mendapatkan informasi dan/atau dokumen mengenai Konsumen yang akurat, jujur, jelas, dan tidak menyesatkan.

 

Pasal 4 ayat (1):

 

(1). Pelaku Usaha Jasa Keuangan wajib menyediakan dan/atau menyampaikan informasi mengenai produk dan/atau layanan yang akurat, jujur, jelas, dan tidak menyesatkan.


PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN

NOMOR 69 /POJK.05/2016

TENTANG

PENYELENGGARAAN USAHA PERUSAHAAN ASURANSI, PERUSAHAAN ASURANSI SYARIAH,

PERUSAHAAN REASURANSI, DAN PERUSAHAAN REASURANSI SYARIAH

 

Pasal 14:

 

Perusahaan atau Unit Syariah wajib menyediakan dan/atau menyampaikan informasi mengenai produk dan/atau layanan yang akurat, jelas, dan tidak menyesatkan kepada pemegang polis, tertanggung, peserta, atau Perusahaan Ceding terkait produk asuransi atau produk asuransi syariah yang dipasarkan.

 

Pasal 15:

 

(1).Dalam melakukan promosi atau iklan, Perusahaan atau Unit Syariah wajib melakukan upaya terbaik untuk memastikan bahwa informasi yang diberikan dalam promosi atau iklan tersebut disampaikan secara  akurat, jelas, dan tidak menyesatkan.

(2).Perusahaan atau Unit Syariah wajib menarik materi iklan yang tidak akurat, tidak jelas, dan/atau dapat menyesatkan pemegang polis, tertanggung, peserta, atau Perusahaan Ceding.

(3).Dalam hal OJK menilai materi iklan yang disampaikan tidak akurat, tidak jelas, dan/atau dapat menyesatkan pemegang polis, tertanggung, peserta, atau Perusahaan Ceding, OJK dapat meminta Perusahaan atau Unit Syariah untuk menarik materi iklan dimaksud dalam jangka waktu paling lama 7 (tujuh) hari kerja sejak tanggal permintaan OJK.

(4).Informasi yang diberikan untuk promosi atau iklan dalam bentuk brosur atau leaflet wajib memenuhi ketentuan sebagai berikut:

      a.    mudah dimengerti;

      b.    memuat manfaat yang akan diperoleh pemegang polis, tertanggung, peserta, atau Perusahaan       

             Ceding dari produk yang ditawarkan;

      c.    memuat proses pembayaran pengajuan klaim;

      d.    memuat pengecualian yang berpengaruh terhadap

      e.    proses persetujuan dan pembayaran klaim;

      f.     tidak menyembunyikan, mengurangi, atau

     g.    menghilangkan pernyataan penting; dan

     h.    memuat pernyataan mengenai syarat dan ketentuan

      i.      yang berlaku.

(5).Informasi yang diberikan untuk promosi atau iklan selain brosur atau leaflet wajib memenuhi ketentuan paling sedikit sebagaimana diatur pada ayat (4) huruf a, huruf b, dan huruf f.

 

Surat Peringatan 3i Networks (1)