Hindari MERS, Jemaah Haji Disarankan Tidak Makan Daging Unta

 

Istimewanya -Unta -Hewan -Gurun -yang -Mampu -Menahan -Kondisi -Sulit

Sumber : www.google.com

 

Jakarta, Meski periode wabah Middle East Respiratory Syndrome (MERS) di Arab Saudi sudah berlalu, jemaah haji tetap diminta waspada tentang potensi penularan virus. Pakar mengatakan salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menghindari infeksi MERS adalah dengan tidak makan daging unta.

PD Dr. Maren Eggers, pakar penyakit infeksi dan virologi dari Jerman, dalam sesi wawancara ekslusif Mundipharma di 33th World Congress of Internal Medicine (WCIM) di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Bali, Selasa (23/8/2016) menyebut virus Corona yang menyebabkan MERS sejatinya sulit menular dari hewan ke manusia. Meski begitu, kedekatan secara fisik dengan unta ditengarai membuat risiko dan potensi penularan virus meningkat drastis.

 

Seperti diberitakan sebelumnya, dari beberapa penelitian menyebut unta merupakan sumber penyebaran MERS. Sejauh ini kesimpulan yang didapat adalah virus menyebar dengan kontak dekat dengan unta yang terinfeksi. Namun demikian studi yang telah dipublikasi di jurnal Emerging Infectious Diseases belum menemukan spesifiknya bagaimana virus dari unta bisa menginfeksi manusia.

 

"Saya menyarankan agar para umat muslim yang melaksanakan ibadah Haji sebaiknya menghindari unta, termasuk memakan daging dan meminum susunya untuk menghindari infeksi MERS," tutur Eggers kepada wartawan.

 

Eggers menjelaskan bahwa meskipun virus MERS rentan menular lewat udara, risiko infeksi melalui susu dan daging tetap ada. Apalagi di musim haji, risiko infeksi meningkat akibat bertambahnya pasokan daging dan susu unta karena unta merupakan salah satu hewan yang bisa digunakan sebagai hewan kurban di Hari Raya Idul Adha.

 

Ia menambahkan berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), jumlah pasien MERS yang dirawat di rumah sakit cenderung meningkat di awal bulan Januari dan akhir bulan Agustus. Menurutnya, sangat mungkin peningkatan jumlah pasien MERS di bulan-bulan tersebut berkaitan dengan ibadah dan hari raya keagamaan.

Hal lain yang harus diperhatikan agar terhindar dari infeksi MERS adalah membatasi kunjungan ke rumah sakit. Eggers menyebut wabah MERS yang menjangkiti Arab Saudi sejak tahun 2012 disebabkan oleh penularan virus di fasilitas kesehatan seperti klinik dan rumah sakit.

 

Penularan menjadi lebih cepat dan fatal akibat kurangnya kewaspadaan di fasilitas kesehatan, terutama soal kebersihan tangan, etika batuk dan higienitas. Apalagi MERS diketahui rentan menyebabkan komplikasi pada saluran napas yang bahkan lebih fatal daripada penyakit akibat virus corona lainnya yaitu Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

 

"Angka kematian akibat MERS cukup tinggi, yakni 36 persen. Angka ini bahkan bisa meningkat menjadi 40 persen pada orang yang sebelumnya sudah memiliki penyakit jantung atau pernapasan," tambah wanita yang juga menjabat sebagai Head of Experimental Virology and Department of Disinfectant Testing di Laboratory Prof G. Enders, MVZ, Stuttgart ini.

 

Terakhir, ia berpesan agar para jemaah haji jangan malas untuk cuci tangan. Cuci tangan dengan sabun, antiseptik ataupun hand scrub diketahui efektif membunuh kuman penyakit yang menyebabkan MERS.

"Jangan lupa juga gunakan masker saat berada di tempat ramai dan satu lagi, jangan mengambil foto selfie bersama unta," tutupnya sembari tertawa.(mrs/vit)

 

Sumber : health.detik.com