Tinjauan


 

Tinjauan Umum Tahun 2016 

Selama tahun 2016 kondisi perekonomian dunia masih bergejolak serta penuh ketidakpastian. Di kawasan Eropa, pada Juni 2016 hasil referendum warga negara Kerajaan Inggis mengakibatkan Kerajaan Inggris akan keluar dari Masyarakat Ekonomi Eropa dalam 1-2 tahun ke depan (Brexit); Bank Sentral Amerika Serikat - The Fed – pada medio Desember 2016 kembali menaikan suku bunga sebesar 25 basis poin atau 0,25% ke level 0,75%. Tiongkok melakukan kebijakan rebalancing perekonomian; beberapa negara tujuan eksport meningkatkan kebijakan proteksi; beberapa komoditas mengalami penurunan harga; kawasan Asia dan Afrika dihadapkan kepada persoalan keamanan dan politik; serta dunia juga mengalami perubahan iklim. 

 

Perekonomian Indonesia menunjukan momentum yang baik. Meskipun dalam tiga tahun terakhir perdagangan dunia belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan - pertumbuhannya hanya sekitar 2-3% per tahun - namun kinerja perdagangan Indonesia cukup baik, ditandai neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus setiap bulannya. Dana-dana hasil pengampunan pajak maupun repatriasi pajak merupakan basis pajak, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Volatilitas nilai tukar Rupiah relatif stabil dan menguat terhadap dolaar Amerika Serikat (USD), di mana pada awal tahun 2016 mencapai level Rp 13.795/USD 1, pada akhir tahun 2016 menguat menjadi Rp 13.436/USD 1. 

 

Tingkat inflasi Indonesia mengalami penurunan dan relatif stabil. Pada akhir tahun 2016 inflasi mencapai 3,02%, lebih rendah disbanding 3,35% tahun 2015, ini merupakan inflasi terendah sejak 2010. Inflasi yang rendah ini diharapkan meningkatkan kemampuan daya beli masyarakat. Paket kebijakan ekonomi yang dimulai September 2015 dan reformasi perpajakan dengan diimplementasikannya pengampunan pajak (tax amnesty) telah menunjukkan imbas positif terhadap pertembuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,1%.

 

Umumnya akhir tahun 2016 bursa Asia relatif mengalami pelemahan mengiringi pelemahan di bursa saham Eropa terkait rencana The Fed akan menaikkan suku bunga, mendorong pelemahan sektor infrastruktur dan komoditas. Pasar modal Indonesia menunjukkan prestasi yang menggembirakan di akhir tahun 2016. Meskipun Indeks harga saham gabungan (IHSG) mengalami pasang surut di tahun 2016, tetapi di akhir tahun 2016 ditutup menguat. Pada awal perdagangan tahun 2016, IHSG ditutup melemah di level 4.526, melemah 67 atau 1,46% dibandingkan 4.593 pada penutupan akhir tahun 2015. Namun adanya upaya Pemerintah dalam pelaksanaan program pengampunan pajak (tax amnesty) secara berkelanjutan memberikan hasil yang memuaskan sehingga meningkatkan kepercayaan investor. Pada akhir 2016 IHSG ditutup pada level 5.296. 

 

Di sektor perbankan, Bank Indonesia (BI) melakukan penguatan kerangka operasi moneter dengan melakukan perubahan penggunaan suku bunga acuan dari BI Rate menjadi BI 7-day (Reverse) Repo Rate pada Agustus 2016. Instrumen ini merupakan acuan baru yang memiliki hubungan lebih kuat dengan suku bunga pasar uang dan sifatnya lebih transaksional atau sering diperdagangkan di pasar. Dengan penggunaan acuan ini, diharapkan agar setiap kebijakan dapat secara cepat mempengaruhi kondisi pasar uang, perbankan dan sektor riil

 

Perkembangan industri perasuransian di Indonesia memiliki peran yang signifikan dalam mendukung terjadinya proses pembangunan nasional sebagaimana data yang dirilis oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal ini dilihat dari kontribusi perusahaan asuransi dalam memupuk dana jangka panjang dengan jumlah yang relatif besar dalam menunjang pembangunan nasional. Hal tersebut dimungkinkan karena beberapa tahun terakhir perkembangan asuransi di Indonesia menunjukkan kemajuan yang baik. Perusahaan asuransi menampilkan geliat pertumbuhan yang positif, baik dari segi premi maupun jumlah nasabah. Berdasarkan data OJK, tahun 2016 jumlah perusahaan asuransi jiwa yang beroperasi di indonesia saat ini adalah 55 Perusahaan dan Asuransi Umum 75 Perusahaan. Data yang dirilis oleh Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan bahwa total pendapatan premi industri asuransi jiwa melonjak 29,8 persen secara tahunan pada tahun 2016. Dengan demikian, pendapatan premi industri asuransi jiwa mencapai Rp 167 triliun pada tahun 2016, dibandingkan Rp 129 triliun pada tahun 2015.

 

Sejalan dengan perkembangan industri asuransi di Indonesia, pada tahun 2016 Perseroan membukukan pendapatan premi sebesar Rp 1,32 triliun triliun, terjadi penaikan sebesar 38,3% dibanding Rp 956 miliar pada tahun 2015. Ini merupakan kontribusi dari bisnis asuransi jiwa individu, asuransi individu unitlink, asuransi individu konvensional, asuransi jiwa kumpulan, asuransi kesehatan kumpulan, syariah serta employee benefit products/managed care.

 

Total kekayaan perseroan mencapai Rp 5,42 triliun, terjadi penaikan sebesar 18%, dibandingkan Rp 4,60 triliun pada tahun 2015, dengan porsi harta produktif (earning assets) sebesar Rp 5,27 triliun (97% dari total kekayaan). Ini menunjukkan bahwa Perusahan tetap konsisten untuk menjaga komposisi earning assets di kisaran 95-96% dari total kekayaan. Harta produktif terdiri dari investasi dan harta lancar yang likuid.

 

Total pendapatan investasi mencapai Rp 678,75 miliar dengan rata-rata imbal hasil neto (setelah pajak) mencapai 14,12% dari total dana investasi yang dikelola, ini relatif lebih baik bila dibandingkan dengan rata-rata tingkat suku bunga BI sebelum pajak antara .6,50% - 6,75%..

 

Tingkat solvabilitas (RBC – risk based capital) adalah salah satu faktor penting untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan sehingga perlu dijaga dalam batas aman untuk menunjang pertumbuhan perseroan. Akhir tahun 2016, pencapaian tingkat solvabilitas adalah 154%. Ini berarti perseroan dalam kondisi sangat sehat (solven) karena telah melampaui ketentuan yang dipersyaratkan yakni minimum sebesar 120%.

 

Pada tahun 2016 jumlah agen individu hampir mencapai 2.000 orang yang didukung oleh 62 cabang pemasaran individu. Pemasaran korporasi didukung oleh 20 cabang korporasi. Untuk pelayanan purna jual terdapat 43 kantor (29 kantor cabang utama pelayanan nasabah - L@NCAR - dan 14 sub-cabang). Perusahaan juga melayani Employee Benefit Products /Managed Care yang melayani nasabah-nasabah group dengan kategori khusus, selain itu unit Retail Insurance untuk penjualan langsung (direct selling), baik pengiriman melalui pos atau teknologi komunikasi. Selama tahun 2016, keagenan individu 3i-Networks terus memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan premi selama tahun 2016. Perusahaan telah menetapkan rencanan strategis untuk meningkatkan pertumbuhan premi yang lebih signifikan dan bergerak maju yang lebih inovatif.

 

Untuk terus mengembangkan layanan berkualitas yang dekat dengan para nasabah sehingga dapat memberikan layanan terbaik dan responsif, Perusahaan terus mengembangkan distribusi pemasaran sebagai wujud arahan dan harapan pemegang saham dan manajemen. Perusahan juga terus meningkatkan kerjasama dengan perbankan, perusahan pembiayaan, perusahaan penunjang usaha asuransi/broker asuransi, penjualan langsung serta rekrutmen keagenan 3i-networks dengan tenaga pemasar yang memiliki jaringan luas sekaligus melakukan perekrutan agen baru yang telah dibuktikan keberhasilannya di tahun 2016.

 

Tingkat literasi keuangan masyarakat semakin meningkat berkat sosialisi yang dilakukan regulator dan industri. Secara individual, masyarakat semakin memahami kebutuhan hadirnya sektor jasa keuangan dan juga proteksi diri. Perusahaan akan selalu berusaha menyediakan produk yang lebih memenuhi kebutuhan nasabah individu (perorangan), antara lain: asuransi berunsur investasi (PAYDI – produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi), asuransi kesehatan, asuransi penyakit kritis, asuransi kecelakaan diri, asuransi seumur hidup, maupun asuransi kumpulan seperti asuransi kredit kepemilikan rumah, asuransi untuk kesejahteraan karyawan (employee benefits), serta mengelola dana pensiun melalui DPLK. Asuransi kesehatan sebagai komplementer BPJS Kesehatan, untuk itu Perusahaan melakukan koordinasi manfaat (CoB - cordination of benefit) dengan BPJS Kesehatan yang diharapkan beban asuransi kesehatan karyawan menjadi relatif lebih murah. Tahun 2016 juga perusahaan meluncurkan produk unit usaha syariah - Istiqomah.

 

Industri dunia teknologi informasi (TI) sangat cepat, Perusahaan akan terus mengikuti tren kemajuan teknologi, memanfaatkan perkembangan teknologi terbaru dan berinovasi. Beberapa tahun terakhir dalam satu dekade teknologi informasi telah berkembanga melampaui jamannya yang semakin canggih dan membumi, di antaranya adalah aplikasi berbasi fintech (financial technology). Trend teknologi di tahun 2016 adalah kesiapan dalam menghadapi Digital Transformation (DX), terutama dalam institusi finansial dan industri perbankan. Perusahaan telah memilih dan memanfaatkan inovasi teknologi untuk kemaslahatan bersama; berinvestasi dan akan terus berinvestasi secara substantif untuk teknologi baru; mempersiapkan rencana untuk meningkatkan layanan dari segi fungsi maupun kehandalan yang berkelanjutan. Dengan teknologi lanskap yang berubah dengan cepat, TI terus menggali dan mengembangkan cara-cara baru untuk memberikan layanan kepada pelanggan mereka. Selama tahun 2016 Perusahaan telah membangun serangkaian proyek-proyek TI yang akan menopang lanskap TI yang efektif dan efisien. Perusahaan akan terus menggali penggunaan fintech dalam pengembangan usaha berbasis teknologi. Rintisan telah dimulai dalam penjualan produk individu melalui keagenan 3i-networks dan retail insurance. Pada tahun 2017 disiapkan dan dibangun pusat data (data center) dan pusat penanggulangan bencana (disaster recover center - DRC) untuk menunjang otomatisasi perkantoran dan implementasi sistem inti yang baru.

 

Perseroan akan terus mengelola aspek bisnis untuk tumbuh secara seimbang, baik dari segi finansial, layanan nasabah, sumber daya manusia yang dikelola maupun kepentingan para pemangku kepentingan. Selama tahun 2016 Otoritas Jasa Keuangan semakin gencar mengeluarkan peraturan-peraturan sebagai amanat dan perintah UU No. 40 tahun 2014 tentang Perasuransian. Perseroan terus mengantisipasi dan menjalani perubahan ini sebagai tantangan dan peluang untuk menunjukkan bahwa perseroan akan bekerja lebih baik dengan mengikuti aturan tersebut dan dengan memberikan kontribusi positif kepada pemangku kepentingan.

 

Kami tetap berkomitmen untuk menjalankan CARE – Customer Oriented, Aspire People to Grow together, Responsible to Stakeholders, Empowerment to Community., karena kami percaya bahwa seluruh visi, misi dan nilai nilai hakiki merupakan landasan kokoh bagi seluruh pemangku kepentingan atau bagi mereka yang selalu bersama CAR.

 

Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak, khususnya kepada seluruh Pemegang Polis, Peserta, Nasabah, Pemegang Saham, seluruh Staf dan Agen CAR, serta Mitra Kerja, bahwa selama tahun 2016 Perseroan dapat tumbuh menjadi seperti saat ini karena terjadinya kerja keras, kerja sama yang erat dan berkesinambungan.

 

Salam hormat,

PT AJ Central Asia Raya