Tinjauan


Tinjauan Umum Tahun 2019

Selama tahun 2019 kondisi perekonomian yang awalnya diprediksi akan meneruskan penguatan dari tahun sebelumnya, ternyata perkiraan itu tidak terjadi. Bank Dunia melaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi dunia di tahun 2019 adalah sebesar sebesar 2,4 persen. Ini berarti lebih lemah dari yang diharapkan. Perdagangan dunia dan kegiatan pabrikan mengalami pelemahan, tekanan terhadap transaksi perdagangan semakin meningkat, dan beberapa negara berkembang yang memiliki pasar besar mengalami tekanan pasar keuangan yang substansial.  Di sisi lain, Asia Tenggara tidak lagi menjadi kawasan yang berkembang pesat dan mulai terjadi perlambatan pertumbuhan. Hal ini tidak lain dengan mulai merebaknya isu pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di China sebagai negara yang menjadi motor penggerak laju pertumbuhan ekonomi. 

 

Pada tahun 2019, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,02 persen lebih lambat dibanding tahun 2018 sebesar 5,17 persen. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya permintaan dalam negeri. Investasi Indonesia juga meningkat karena didukung oleh kuatnya investasi dalam bidang konstruksi. Sementara itu konsumsi sektor swasta berkurang, sedangkan belanja pemerintah tetap meningkat akibatnya total pertumbuhan konsumsi tetap pada tingkat yang tinggi, khususnya usaha jasa lainnya dan peningkatan konsumsi dari komponen lembaga non-profit yang melayani rumah tangga. 

 

Selain itu indeks peringkat Indonesia untuk kemudahan berusaha (Index of Ease of Doing Business) tidak berubah pada peringkat ke-73 dari 190 negara. Berdasarkan World Economic Forum (WEF) yang merilis Global Competitiveness Index 4.0, Indeks daya saing Indonesia turun dari peringkat ke-45 menjadi ke-50. Meskipun demikian peringkat Investasi Indonesia tetap bertahan di peringkat layak investasi (investmentgrade). Dengan demikian perekonomian Indonesia tetap mempertahankan momentum yang baik dengan kondisi di atas meskipun dihadang perekonomian global yang menuju pelemahan. Tetapi tantangan akan jauh lebih berat dengan adanya pandemi Covid-19.

 

Tingkat inflasi Indonesia tahun 2019 adalah sebesar 2,93 persen, ini menurun dibanding tahun 2018 sebesar 3,13 persen. Tahun 2019 adalah inflasi terendah setelah tahun 1999. Sedangkan Pemerintah Indonesia menetapkan target inflasi tahun 2019 adalah 3,5 persen, plus-minus 1 persen. Dengan capaian inflasi yang lebih baik dari target diharapkan meningkatkan kemampuan daya beli masyarakat. Paket kebijakan ekonomi yang dimulai September 2015 dan reformasi perpajakan telah menunjukkan imbas positif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2019. Sentimen positif perekonomian Indonesia juga datang dari pelaku pasar dan dari lembaga pemeringkat internasional, baik Standard & Poor’s maupun Fitch yang mempertahankan Indonesia pada peringkat layak investasi atau investment grade pada Juni 2019.

 

Pasar modal Indonesia mendapat imbas positif dari naiknya peringkat investasi Indoensia. Di awal isu pandemi Covid-19, di akhir tahun 2019 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup sedikit menguat di level 6.299.53, yang berarti indek mengalami penaikan tahunan (year to date) sebesar 1,7 persen.

 

Di sektor perbankan, Bank Indonesia (BI) tetap menjalankan kerangka operasi moneter dengan penggunaan suku bunga acuan dari BI Rate menjadi BI 7-day Reverse Repo Rate yang diimplementasikan sejak medio  2016. Instrumen ini menjadi acuan yang memiliki hubungan lebih kuat dengan suku bunga pasar uang dan sifatnya lebih transaksional atau sering diperdagangkan di pasar. Dengan penggunaan acuan ini, diharapkan agar setiap kebijakan dapat secara cepat mempengaruhi kondisi pasar uang, perbankan dan sektor riil.

 

Dalam beberapa tahun terakhir perkembangan asuransi di Indonesia menunjukkan kemajuan yang signifikan. Tahun 2018 industri asuransi mengalami pelemahan pertumbuhan pendapatan premi, namun di tahun 2019 terjadi penguatan. Data yang dirilis oleh Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan bahwa pada tahun 2019 total pendapatan industri asuransi jiwa tumbuh sebesar 18.7 persen. Berdasarkan data OJK, tahun 2019 jumlah perusahaan asuransi yang beroperasi di Indonesia saat ini adalah 53 perusahaan asuransi jiwa dan 74 perusahaan asuransi umum.  

 

Kami patut bersyukur bahwa di tengah pelemahan industri asuransi, pada tahun 2019 Perseroan membukukan pendapatan premi sebesar Rp 2,66 trilyun, terjadi penaikan sebesar 11 persen dibanding tahun 2018 sebesar Rp 2,39 trilyun dengan penyokong terbesar adalah asuransi individu unitlink dan asuransi jiwa kumpulan. Dalam 3 tahun tahun terakhir kontribusi premi terbesar masih diperoleh dari produk unitlink yang dipasarkan melalui keagenan 3i-networks.

 

Total kekayaan perseroan mencapai lebih dari Rp 8,28 trilyun, terjadi penaikan sebesar 21,40 persen dibandingkan Tahun 2017 sebesar Rp 6,82, dengan porsi investasi sebesar Rp 8,03 trilyun dan mengalami penaikan sebesar 22,05 persen dibanding tahun 2017 sebesar Rp 6,58 trilyun. Sedangkan harta produktif (earning assets) yang terdiri dari investasi dan harta lancar adalah sebesar Rp 8.13 trilyun atau 98,2 persen dari total kekayaan. Ini menunjukkan bahwa Perusahaan terus menjaga dan meningkatkan kesehatan dan likuiditas dengan komposisi earning assets di kisaran 96-98 persen dari total kekayaan. Di sisi lain, total liabilitas kepada pemegang polis atau cadangan teknis adalah sebesar Rp 6,06 trilyun, serta ekuitas sebesar Rp 1,80 trilyun.

 

Selama tahun 2019 di tengah kondisi pasar yang kurang stabil, Perusahaan mencatat pendapatan investasi mencapai Rp 420,22 milyar hasil ini lebih tinggi dibanding tahun 2018 sebesar Rp 253,92 milyar.

 

Tingkat solvabilitas terhadap Modal Minimum Berbasis Risiko (MMBR) atau yang dikenal juga dengan sebutan RBC adalah salah satu faktor penting untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan sehingga perlu dijaga dalam batas aman untuk menunjang pertumbuhan perseroan. Akhir tahun 2019, pencapaian tingkat solvabilitas adalah 196 persen. Ini berarti perseroan dalam kondisi sangat sehat (solven) karena telah melampaui ketentuan yang dipersyaratkan yakni minimum sebesar 120 persen.

 

Pada tahun 2019 jumlah aparat marketing mencapai 32.818 yang merupakan agen berlisensi. Jumlah agen ini meningkat dibanding tahun 2018. Peningkatan jumlah agen ini hasil dari penerapan strategi perusahaan yang berkelanjutan dalam pola perekrutan, khususnya perekrutan melalui keagenan 3i-networks. Jumah agen yang kami miliki merupakan potensi untuk meningkatkan penjualan, yang didukung oleh 72 kantor pemasaran individu dan kantor pemasaran korporasi, serta 43 kantor pelayanan nasabah, yang dikenal sebagai kantor - L@NCAR. Perusahaan juga memasarkan produk melalui saluran distribusi unit Retail Insurance untuk penjualan langsung (direct selling), baik pengiriman melalui pos atau teknologi komunikasi. Selama tahun 2019, keagenan individu 3i-Networks telah terbukti terus memberikan kontribusi signifikan dan terbesar terhadap pertumbuhan premi. Perusahaan telah menetapkan rencanan strategis untuk meningkatkan pertumbuhan premi yang lebih signifikan dan bergerak maju yang lebih inovatif. 

 

Untuk terus mengembangkan layanan berkualitas yang dekat dengan para nasabah sehingga dapat memberikan layanan terbaik dan responsif, Perusahaan terus mengembangkan distribusi pemasaran sebagai wujud arahan dan harapan pemegang saham dan manajemen. Perusahaan juga terus meningkatkan kerjasama dengan perbankan, perusahan pembiayaan, perusahaan penunjang usaha asuransi/broker asuransi, penjualan langsung serta rekrutmen keagenan 3i-networks dengan tenaga pemasar yang memiliki jaringan luas sekaligus melakukan perekrutan agen baru yang telah dibuktikan keberhasilannya selama dua tahun terakhir.

 

Tingkat literasi keuangan masyarakat semakin meningkat berkat sosialisasi yang dilakukan regulator dan industri. Secara individual, masyarakat semakin memahami kebutuhan hadirnya sektor jasa keuangan dan juga proteksi diri. Perusahaan akan selalu berusaha menyediakan produk yang lebih memenuhi kebutuhan nasabah individu (perorangan), antara lain: asuransi berunsur investasi (PAYDI – produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi), asuransi kesehatan, asuransi penyakit kritis, asuransi kecelakaan diri, asuransi seumur hidup, maupun asuransi kumpulan seperti asuransi kredit kepemilikan rumah, asuransi untuk kesejahteraan karyawan (employee benefits), asuransi kesehatan serta mengelola dana pensiun melalui DPLK. 

 

Industri dunia teknologi informasi (TI) sangat cepat, Perusahaan terus mengikuti tren kemajuan teknologi, memanfaatkan perkembangan teknologi terbaru dan berinovasi. Trend teknologi di tahun 2019 maupun tahun mendatang adalah kesiapan dalam menghadapi generasi teknologi baru yang ditandai dengan perkembangan terobosan teknologi komputasi awan (Cloud Related Technology), teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), Internet of Things (IoT), Software Define Everything (SDE), teknologi koneksi 5G, Block chain, Augmented Reality / Virtual Reality (AR/VR), Machine Learning, dan lainnya.

 

Perkembangan teknologi berperan sangat penting dalam mendukung bisnis perusahaan secara konsisten dan dalam meningkatkan pelayanan kepada nasabah. Era perkembangan teknologi saat ini sudah semakin maju, efektif dan efisien. Investasi CAR pada teknologi terkini difokuskan pada peningkatan layanan kepada nasabah, penyempurnaan layanan secara daring (online). Perusahaan telah memilih dan memanfaatkan inovasi teknologi untuk kemaslahatan bersama; berinvestasi secara substantif untuk teknologi baru. Selama tahun 2019 Perusahaan terus membangun serangkaian proyek-proyek TI yang akan menopang lanskap TI yang efektif dan efisien. Rintisan telah dimulai dalam penjualan produk individu melalui keagenan 3i-networks dan retail insurance akan terus ditingkatkan, dan juga penjualan daring (online). 

 

Pusat data (data center) dan pusat penanggulangan bencana (Disaster Recovery Center - DRC) yang berada di wilayah Jatiluhur, Jawa Barat, telah dibangun sejak tahun 2017. Ini merupakan kelengkapan perusahaan untuk menunjang otomatisasi perkantoran dan implementasi sistem inti – new core system bilamana terjadi suatu bencana (disaster) yang berdampak signifikan kerhadap kelangsungan perusahaan. Dengan difungsikannya kelengkapan ini saat terjadi disaster, perusahaan diharapkan tetap beroperasi dan melayani nasabahnya. Selama tahun 2019, perkembangan dan kesiapan data center dan DRC terus senantiasa dilakukan pemantauan, dengan demikian kelengkapan ini akan selalu siap manakala dibutuhkan. Pada saat laporan ini dibuat kami menjalankan sebagian BCP (Business Contingency Plan) sebagai akibat dari pandemic Covid-19, di antaranya melalui sistem kerja dari rumah (work from home – WFH) dengan tetap menjaga pelayanan yang terbaik.

 

Kami turut prihatin dengan pandemi Covid-19. Perseroan terus mengantisipasi dan menjalani perubahan sebagai bagian dari tantangan dan peluang untuk menunjukkan bahwa perseroan akan bekerja lebih baik yang tunduk kepada peraturan dan perundang-undangan di bidang perasuransian dengan memberikan kontribusi positif kepada pemangku kepentingan. Termasuk tantangan yang kami hadapi adalah menjalankan usaha di tengah pandemi Covid-19.

 

Dampak pandemi Covid-2019, diprediksi bahwa perekonomian dunia di tahun 2020 akan sangat melambat, tidak terkecuali kawasan Asia Pasific, termasuk Indonesia. Perusahaan harus tetap menghadapinya dengan suatu antisipasi dan harapan pandemi Covid-2019 akan segera berakhir, sehingga perusahaan akan tetap beroperasi dan bertumbuh. Perusahaan tetap optimis bahwa keadaan akan membaik menjelang akhir semester dua tahun 2020.

 

Di tengah kondisi ekonomi tahun 2020 yang melemah dan belum menentu karena pandemi Covid-19, kami sepenuhnya mendapat dukungan Dewan Komisaris atas langka-langkah dan kebijakan yang terbaik yang kami jalankan untuk Perseroan, khususnya pelanggan, karyawan, mitra usaha, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan, termasuk kebijakan Perusahaan dengan menjalankan sistem kerja dari rumah (work from home - WFH).

 

Perusahaan optimis mampu menjaga kinerja yang baik dan menciptakan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan. Perusahaan akan tetap konsisten dengan perekrutan agen dan inovasi-inovasi baru agar produksi Perusahaan meningkat.

 

Kami tetap berkomitmen untuk menjalankan CARE – Customer Oriented, Aspire People to Grow Together, Responsible to Stakeholders, Empowerment to Community, karena kami percaya bahwa seluruh visi, misi dan nilai nilai hakiki merupakan landasan kokoh bagi seluruh pemangku kepentingan atau bagi mereka yang selalu bersama CAR.

 

Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak, khususnya kepada seluruh Pemegang Polis, Peserta, Nasabah, Pemegang Saham, seluruh Staf dan Agen CAR, serta Mitra Kerja, bahwa selama tahun 2019 Perseroan dapat tumbuh menjadi seperti saat ini karena terjadinya kerja keras, kerja sama yang erat dan berkesinambungan. Dan kami tetap berharap dan berdoa agar seluruh karyawan dan keluarganya tetap sehat dan terhindar dari pandemi Covid-19. Semoga pandemi Covid-19 segera berakhir.

 

Salam hormat,

PT AJ Central Asia Raya